Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Retorika Modern

Tugas Resume Mata Kuliah Retorika
“ Retorika Modern Karya Jalaludin Rahmat “

NAMA : MUKHLIS DINILLAH
KELAS : JURNALISTIK B/6
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2013


Bab 1 Pendahuluan
a.    Sejarah dan perkembangan retorika
Pada tahun 465 SM. Rakyat melancarkan revolusi. Diktator ditumbangkan dan demokrasi ditegakkan. Pemerintah mengembalikan lagi tanah rakyat kepada pemiliknya. Tahun 427 SM Georgias dikirim sebagai duta ke Athena.
RETORIKA ZAMAN ROMAWI
Kekaisaran romawi bukan saja subur di sekolah-sekolah retorika ; tetapi juga kaya dengan orator-orator ulung : Antonius, Crassus, Rufus, Hortensius. Yang disebutkan terakhir terkenal begitu piawai dalam berpidato sehingga para artis berusaha mempelajari gerakan dan cara penyampaiannya.
RETORIKA PERTENGAHAN
Abad pertengahan retorika selalu berkaitan ada dua cara memenangkan politik yaitu “ talk it out (membicarakan sampai tuntas) atau shoot it out (menembak sampai habis). Retorika subur pada cara pertama, ketika demokrasi romawi mengalami kemunduran, dan kaisar-kaisar memegang pemerintahan, “ membicarakan” diganti dengan “ menembak” . retorika tersingkir kebelakang panggung.
RETORIKA MODERN
Renaissance mengantarkan renaissance dengan retorika modern adalah roger bacon (1214-1219). Aliran pertama adalah aliran epistemologis, Aliran retorika modern kedua dikenal sebagai gerakan belles letters (bahasa Prancis : tulisan yang indah). mengutamakan keindahan bahasa, segi-segi estetis pesan, kadang-kadang dengan mengabaikan segi informatifnya.
Aliran pertama (epistimologi) dan kedua (belles letters) terutama memusatkan perhatian mereka pada persiapan pidato,. Istilah retorika pun mulai digeser oleh speech, speech communication, atau oral communication, atau public speaking. Dibawah ini diperkenalkan sebagian dari tokoh-tokoh retorika modern:

1.    James A Winans
2.    Charles Henry Woolbert
3.    William Noorwood Brigance
4.    Alan H. Monroe

BAB 2 Tahap Persiapan Pidato
Jenis-jenis Pidato empat macam : impromptu, manuskrip, memoriter, dan ekstempore.

1. Impromptu, bila menghadiri pesta dan tiba-tiba dipanggil untuk menyampaikan pidato, maka apa yang anda lakukan itu disebut Impromptu Keuntungan : mengungkapkan perasaan sebenarnya Gagasan dan pendapat dating secara spontan, hingga tampak segar dan hidup. Improptu memungkinkan kita terus berpikir. Kerugian : kesimpulan2 di atas dapat tersendat dalam penyampaiannya, kesimpulan terkadang mentah, gagasan terkadang acak-acakan dan cenderung ngawur, karena tidak ada persiapan kemungkinan “ demam panggung “ besar sekali.
Impromptu sebaiknya dihindari, tetapi bila terpaksa hal-hal berikut dapat dijadikan pegangan :
a.    Pikirkan terlebih dahulu teknik permulaan pidato yang baik.
b.    Tentukan sistem organisasi pesan.
c.    Pikirkan teknik menutup pidato yang mengesankan. Kesukaran menutup pidato biasanya merepotkan pembicara impromptu.
2. Manuskrip disebut juga pidato dengan naskah
3. Memoriter pesan pidato ditulis kemudian diingat kata demi kata
4. ekstempore ialah jenis pidato yang paling baik dan paling sering dilakukan oleh juru pidato yang mahir
MEMILIH TOPIK DAN TUJUAN
Sumber topik  menurut prof Wayne N. Thompson menyusun sistematika sumber topic sebagai berikut :

1.    Pengalaman pribadi
2.    Hobby dan keterampilan
3.    Pengalaman pekerjaan atau profesi
4.    Pelajaran sekolah atau kuliah
5.    Pendapat pribadi
6.    Peristiwa hangat dan pembicaraan publik
7.    Masalah abadi
8.    Kilas biografi
9.    Kejadian khusus
10.    Minat khalayak

Kriteria Topik yang Baik

a.    Topic harus sesuai dengan latarbelakang pengetahuan Anda
b.    Topik harus menarik minat anda
c.     Topic harus menarik minat pendengar
d.    Topic harus sesuai dengan pengetahuan pendengar
e.    Topic harus terang ruang lingkup dan pembatasannya
f.    Toipk harus sesuai dengan waktu dan situasi
g.    Topic harus ditunjang dengan bahan yang lain


Merumuskan judul
Judul yang baik itu harus bisa memenuhi syarat yaitu Relevan artinya ada hubungan dengan pokok-pokok bahasan, Provokatif artinya dapat menimbulkan hasrat ingin tahu dan antusiasme pendengar. Singkat berarti mudah ditangkap maksudnya, pendek kalimatnya, dan enteng diingatnya.
Menentukan tujuan  Ada dua macam
1.    Pidato informatif ditujukan untuk menambah pengetahuan pendengar. Komunikasi diharapkan memperoleh penjelasan, menaruh minat dan memiliki pengertian tentang persoalan yang dibicarakan.
2.    Pidato persuasif ditujukan agar orang mempercayai sesuatu, melakukannya atau terbakar semangat dan antusiasmenya, keyakinan, tindakan, dan semangat adalah bentuk reaksi yang diharapkan.
MENGEMBANGKAN BAHASAN

a.    Penjelasan : uraian yang sederhana dan tidak terperinci
b.    Contoh : ceita yang terperinci dan ini kita sebut ilustrasi
c.    Analogi : perbedaan antara dua hal atau lebih untuk menunjukkan persamaannya atau perbedaannya.
d.    Testimologi : pernyataan ahli yang dikutip untuk menunjang pembicaraan kita
e.    Statistika : angka-angka yang digunakan untuk menunjukkan perbandingan kasus dalm jenis tertentu.
f.     Perulangan : tujuannya bukan hanya sekedar mengulang kembali namun juga menyebutkan kembali gagasan yang sama namun kata-katanya berbeda.

Bab 3 Tahap Penyusunan Pidato
a)    PRINSIP-PRINSIP KOMPOSISI PIDATO
Dalam prinsip komposisi pidato  harus ada kesatuan, pertautan, titik berat,
b)    MENYUSUN PESAN PIDATO
Dalam menyusun pidato harus mengikuti proses berpikir manusia yang meliputi : a. organisasi pesan (deduktif/gagasan utama, induktif/mengemukakan rincian2 lalu kesimpulan, kronologis, logis, spasial, dan topical) b. pengaturan pesan (meliputi perhatian,kebutuhan, rencana, keberatan, penegakan kembali, dan tindakan)
c)    MEMBUAT GARIS-GARIS BESAR PIDATO
a.ciri-ciri garis besar yang baik. b. macam-macam garis besar c.   
d)    MEMILIH KATA-KATA
1. Kata-kata harus jelas. 2. Kata-kata harus tepat 3.kata-kata harus menarik
e)    CARA MEMBUKA PIDATO

1. langsung menyebut pokok persoalan
2. melukiskan latar belakang masalah
3.  menghubungkan dngn peristiwa muthakir
4. menghubungkan dengan peristiwa yang sedang diperingati
5.menghubungkan dengan tempat komunikator berpidato
6. menghub dngn suasana emosi yg meliputi khalayak
7. mgenghubungkan dengan kejadian sejarah yg terjadi di masa lalu
8. menghubungkan dgn kepentingan vital pendengar
9. memberikan pujian pada khalayak atas prestasi mereka
10. memulai dengan pernyataan yang mengejutkan
11. mngajukan pertanyaan provokatif atau serentetan pertanyaan
12.  menyatakan kutipan
13.menceritakan pengalaman pribadi
14.mengisahkan cerita factual, fiktif atau situasi hipotesis
15. menyatakan teori atau prinsip-prinsip yang diakui kebenarannya
16. membuat humor


f)    CARA MENUTUP PIDATO
Dibawah ini cara-car menutup pidato

a.menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisan pembicaraan
b. menyatakan kembali gagasan utma dengn kalimat dan kata yang berbeda
c. mendorong khalayak untuk bertindak (Appeal for Action)
d. mengakhiri dengan klimaks
e. mengatakan kutipan sajak, kitab suci, peribahasa, atau ucapan dll.
f. menceritakan contoh yang berupa ilustrasi dari tema pembicaraan
g. menerangkan maksud sebenarnya pribadi pembicaraan
h. memuja dan menghargai khalayak
i. membuat pertanyaan yang humoris atau anekdot lucu

Bab 4 Tahap Penyampaian pidato
Membangkitkan kepercayaan diri dan kredibilitas
a.    Kecemasan Berkomunikasi Diagnosis
Banyak kata yang bsia digunakan  : demam panggung, kecemasan bicara, atau yang lebih umum stress kerja, menurut ahli psikologi gejala ini merupakan reaksi alamiah kepada ancaman.
b.    Sebab-sebab Kecemasan Komunikasi
Pertama, tidak tahu apa yang dilakukan, ia tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan.dll
Kedua, orang yng mengalami KK ia tahu ia akan dinilai dna akan membuat Nervous.
Ketiga, bukan kalangan pemula saja yg dialami tetapi yang sudah atau terkenal jug masih ini terjadi apabila ia berhadapan dnegan suasana yang asing.
c.    Metode Mengendalikan KK
Pertama metode jangka panjang : yakni ketika kita secara berangsur-angsur mengembangkan keterampilan mengendalikan KK dengan 3 sebab diatas. Kedua metode jangka pendek : yakni ketika kita harus segera mengendalikan KK pada waktu penyampaian pidato. Yang petama adalah proses belajar yang panjang, yang kedua ialah pintu darurat ketika pesawat dalam keadaan bahaya.
d.    Komponen-komponen Kredibilitas
1.    Kredibilitas awal yaitu ketika orang menganggapnya tiidak memiliki hak untuk berbicara fiqh maka hal ini disebut dalam komunikasi dengan sebutan initial crebility/kredibilitas awal.
2.    Dan ketika ia mulai membahas secara terperinci, lalu udah mengagumi kemampuannya maka itu disebut derived credibility yakni kredibilitas yang timbul selama pembicara berpidato.
3.    Ketiga adalah kredibilitas akhir apabila anggapan awal kita ia tidak berhak atau tidak memiliki hak untuk berbicara fiqh namun terbukti karena ia tidak sebodoh yang anda kira maka itulah yang dinamakan Terminal credibility/ kredibilitas akhir.
e.    Membangun kredibilitas
Prinsip-prinsip penyampaian pidato
1.    Kontak
     Kontak atau hubungan dengan pendengarmemiliki teknik-teknik,  melihat langsung kepada khalayak merupakan salah satunya namun anda tidak mungkin melihat semuanya akan tetapi pada saat tertentu saja anda melihat mereka
2.    Karakteristik olah vokal
Pidato seperti teater, seperti hal nya teater yang membutuhkan vocal, dalam paenyampaian pidato juga kita harus mengetahui unsure ini, ada tiga hal yang perlu anda perhatikan yaitu : kejelasan (intelligibility), keragaman ( variety), dan ritma (rhythm). Termasuk keragamanan adalah hentikan (pause).
3.    Olah visual



Bab 5 Pidato Informatif
a)    Isi pesan meliputi

-    Gagasan utama tidak boleh terlalu banyak
-    Jelaskan istilah-istilah yang aneh dan kabur
-    Atur kecepatan menyajikan informasi
-    Jelaskan perpindahan pokok pembicaraan
-    Gunakan data konkrit – jaringan abstrak
-    Hubungan yang diketahui dan yang tidak diketahui
-    Masukkan bahan-bahan yang menarik perhatian


b)    Organisasi pesan menurut Monroe terbagi tiga tahap yaitu
-    Perhatian yaitu anda harus memusatkan perhatian kepada pokok yang akan disampaikan
-    Kebutuhan : tahap ini menjelaskan dengan topic pernyataan, ilustrasi, peneguhan, dan penunjukkan.
-    Dan pemuasan, dalam tahap ini terbagi 3 yaitu ikhtisar pendahuluan (pokok-pokok pembahasan), informasi (bahasan: ilustrasi, statistic,analogi,dll.) dan ikhtisar akhir mengulangi bahasan dari ikhtisar pendahuluan sampai akhir dengan secara rinci namun ringkas.  
c)    Teknik pengembangan bahasan
Teknik ini meliputi dua faktor yaitu faktor informatif dan faktor perhatian. Dalam tenik membuat pengantar ada beberapa cara yaitu :
1.    Menarik perhatian
2.    Mengumumkan topik
3.    Menegaskan relevansi
4.    Membangun kredibilitas
5.    Dan menyusun pesan


Bab 6 Pidato Persuasif
a.    Teknik-teknik persuasi
-    Khalayak Tak Sadar

Tahap perhatian, bangkitkan minat halayak ilustrasi factual, kutipan tepat atau dengan beberapa angka yang mengejutkan. Tahap kebutuhan, sajikan sejumlah besar fakta,angka, dan kutipan yang ditunjukkan untuk memperlihatkan bahwa benar-benar ada masalah. Tahap pemuasan, visualisasi, dan tindakan.
-    Khalayak Apatais

Tahap perhatian, singkirkan sikap apatis dan ketidakpedulian mereka dengan menyentuh secara singkat beberapa hal yang berkaitan dengan kepentingan pendengar. Tahap kebutuhan  bila sudah tumbuh perhatian, lanjutkan dengan menunjukkan secara langsung dan dramatis bagaimana masalah teersebut mempengaruhi setiap orang yang hadir, Tahap pemuasan, dalam membangun tahap pemuasan, tegakkan kembali bagaimana ususlan atau pemecahan yang anda tawarkan berpengaruh langsung pada kepentingan pendengar sendiri, atau pada keluarga sejawat mereka.  visualisasi, lakukan langkah ini secara singkat saja dibandingkan dengan bagian pidato lain. dan tindakan.  Nyatakan kembali dengan bahasa yang jelas dan kuat, usulan, anjuran atau rencana yang anda canangkan, buatlah ikhtisar singkat dari argument-argumen penting dan imbauan yang dikemukaka pada pembicaraan sebelumnya.

-    Khalayak yang Tertarik Tetapi Ragu
Tahap perhatian, karena khalayak sudah tertarik dengan persoalannya, tahap ini boleh singkat saja , langsung saja menuju pokok pembhasan, sekali-sekali boleh cerita sedikit pendenk atau singkat, fokus utama pada pokok-pokok nya saja. Tahap kebutuhan, jelaskan latar belakang masalah atau historis nya secara singkat, jika ini membantu pendengar memahami situasinya secara secara jelas.  visualisasi langkah-langkahnya gunakan bahasa yang hidup dan persuasive, tetapi jangan berlebih-lebihan dan tindakan nyatakan kembali bahasa yang jelas dan kuat, ususlan , anjuran atau rencana yang anda canangkan.
-    Khalayak yang Bermusuhan
Tahap perhatian, karena anda tahu khalayak memusuhi usulan anda, pertama kali, usahakan untuk menyambungkan “ persahabatan ” dengan khalayak agar mereka mau mendengar.  Tahap kebutuhan, capailah kesepakatan pada prinsip-prinsip atau keyakinan-keyakinan.  visualisasi dan tindakan. Sekiranya anda berhasil sampai disini, para pendengar sudah berada dalam posisi khalayak yang tertarik dengan masalah yang dibicarakan tetapi masih ragu.
b.    Unsur Emosi sebagai Intensifikasi Daya Tarik Motif
Menurut Emil Dofivat ada 7 pergerakan emosi :

1.    Kebencian
2.    Rasa belas
3.    Unsure seks
4.    Hasrat menonjol
5.    Dasar kesusilaan
6.    Dorongan penglepasan etis
7.    Factor penentu kepribadian


c.    Pencitraan ( Imagery )
Dalam pencitraaan disini dikenal beberapa penciraan seperti :

a.    Visual imagery atau seakan ikut melihat
b.    Auditory imagery atau mendengar
c.    Gustatory imagery atau mengecap
d.    Olfactory imagery atau mencium
e.    Kinesthetic imagery atau menyentuh, menggerakkan otot
f.    Organic imagery atau merasakan mual di tumbuh mereka

d.    Isi Pesan Persuasif
Ada tiga isi dalam pesan persuasive meliputi

1.    Menarik perhatian
2.    Meyakinkan
3.    Menyentuh atau menggerakkan

e.    Organisasi Pesan Persuasif
Memiliki pola-pola :
i.    Pola pemecahan masalah
ii.    Pola sebab-akibat
iii.    Pola pro-kontra
iv.    Pola urutan bermotif


Bab 7 Pidato Rekreatif
1.    Karakteristik Pidato Rekreatif
-    Tidak melucu melulu
Pidato kreatif tidak selamanya untuk melucu. Anda dapat menyampaikan hal-hal yang menarik perhatian pendengar, mengendurkan saraf mereka, atau membuat mereka santai.  Pidato di sampaikan dalam berbagai situasi, seperti : perhelatan atau pesta, pertemuan organisasi/kelompok, jamuan makan malam biasa di Negara-negara barat mereka menyebutnya “ after-dinner speech “ .
-    Gembirakan diri anda dahulu
Anda tidak akan dapat menghibur orang lain, bila kabut kesedihan menutup wajah anda dan pidato kreatif harus disampaikan oleh orang yang berwajah ceria, riang , gembira, santai, : “ Easy Going “
-    Hindari rangkaian gagasan yang sulit
Dalam pidato kreatif , sekali lagi. Anda sedang menghibur. Pilihlah topic-topik yg enteng, sederhana, dan mudah di cerna. Hindari gagasan-gagasan abstrak, kalimat-kalimat yang panjang dan kata-kata yang ambigu.
-    Gunakan gaya bercerita (naratif)
Masukkan berbagai cerita, anekdot, contoh konkrit. Sebaiknya anda tidak menceritakan humor yang sudah sering dibicarakan.


-    Berbcaralah singkat
Pidato kreatif, seperti telah disebutkan, tidak mengikuti urutan bermotif yang lengkap, yakni perhatian, kebutuhan, pemuasan, visualisasi, dan tindakan.

2.    Teori-teori Humor

i.    Teori superioritas dan degradasi
Kita tertawa ketika mendengarkan sesuatu yang janggal, atau kekeliruan atau cacat. Objek yang membuat kita tertawa adalah objek ganjil, aneh , menyimpang.kita tertawa karena kita merasa tidak mempunyai sifat-sifat objek yang “ menggelikan”. Sebagai subjek, kita mempunyai kelebihan (superioritas), sedangkan objek tertawa kita mempunyai sifat-sifat yang rendah.
ii.    Teori bisosiasi
Teori ini dirumuskan oleh Arthur Koestler, tapi berasal dari filusuf-filusuf besar seperti Pascal, Kant, Specencer, Schopenhauer.
Menurut Koestler, dalam contoh Schopenhauer ini ada dua hal yang berbenturan : napi harus dihukuk=m di penjara dan pengecoh harus di tending keluar. Dua hal ini sama-sama benar. Tetapi ketika kita menyadari bahwa napi tu di tendang ke luar kita baru menyadari adanya suatu kejanggalan. 

iii.    Teori pelepasan inhibisi

Ini adalah teori yang paling “ teoretis “, sehingga tidka terlalu banyak manfaatnya buat kita. Seperti anda lihat dari istilah inhibisi, kita menekan kebwah alam bawah sadar kita pengalaman-pengalaman yang tidak enak atau keinginan-keinginan yang tidak bisa kita wujudkan slahsatunya dorongan agresif.

3.    Teknik-teknik Humor

a.    Exaggeration berarti melebihkan sesuatu secara tidak proposional yang dilakukan untuk membongkar kejelekan sejelas-jelasnyadengan maksud mengkoreksinya.
b.    Parodi ialah sejenis komposisi dimana gaya suatu karya ( seperti prosa, puisi atau prosa liris) yang serius ditiru dengan maksud melucu.
c.    Ironi adalah menggunakan kata-kata untuk menyampaikan makna yang bertentangan dengan makna harfiahnya.
d.    Burlesque adalah teknik membuat humor dengan memperlakukan hal-hal seenaknya secara serius atau hal-hal yang seriud secara seenaknya.
e.    Perilaku aneh para tokoh
f.    Perilaku orang asing
g.    Perilaku orang aneh
h.    Belokan mendadak
i.    Puns adalah teknik mempermainkan kata-kata yang mempunyai makna ganda.

4.    Organisasi Pesan meliputi :

•    Teknik satu pokok berikut rumusan teknik ini :

-    Kisahkan cerita atau berikan ilustrasi
-    Tunjukkan gagasan pokok untuk dijadikan pijakan untuk menyatukan rincian   pembicaraan anda
-    Ikuti dengan serangkaian cerita dan ilustrasi tambahan
-     Tutup dengan mengulang kembali gagasan utama yang telah anda jelaskan.


•    Urutan bermotif Burlesque

-    Tahap perhatian mulai lah pembicaraan dengan salah satu dari empat cara  ini : (1) hubungkan dengan kejadian lucu yang actual. (2) buat kelucuan yang diarahkan pada pembawa acara atau siapa saja. (3) ceritakan kisah atau anekdot. (4) kemudian dengan cara tertentu, hubungkan permulaan pembicaraan dengan ;

-    Tahap kebutuhan dan kepuasan. Sajikan masalah serius, perbesar tingkat keseriusannya mlebihi proporsinya, kemudian tawarkan solusi yang absurd atau tunjukan bagaimana pemecahan yang actual itu juga absurd.

-    Tahap Visualisasi.  Perbesar kejanggalan itu dengan menambahkan lagi gambaran kondisi yang dilebih-lebihkan.

-    Tahap Tindakan. Tutup pembicaraan anda secara cepat dengan mempermainkan tuntutan tindakan yang juga dibesar-besarkan.

Contoh Penelitian Kecil

Latar Belakang

Di desa Tuban Cokro Tulung Klaten banyak terdapat industri rumah tangga penyaringan sagu. Dari industri ini dihasilkan limbah cair dan padat. Limbah cair langsung dibuang ke sungai dan dapat menimbulkan bau yang tak sedap. Dari sungai air mengalir ke persawahan, demikian juga limbah cair ini masuk ke persawahan.

Limbah cair ini merupakan merupakan limbah organic dan banyak mengandung nutrisi bagi tanaman . Dari kondisi ini maka peneliti beranggapan bahwa limbah cair ini dapat digunakan sebagai pupuk cair yang dapat digunkan sebagai pengganti pupuk kimia. Sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pemupukan.

2.  RUMUSAN MASALAH

Pada penelitian ini masalah dirumuskan sebagai berikut :

Apa pengaruh limbah cair industri penyaringan sagu terhadap pertumbuhan tanaman padi ?

Pada limbah cair dengan konsentrasi berapakah pertumbuhan tanaman padi dan hasil panen yang paling bagus?

3.   TUJUAN PENELITIAN

Penelitian in punya tujuan sebagai berikut :

Untuk mengetahui pengaruh limbah cair industri penyaringan sagu terhadap pertumbuhan tanaman padi.

Untuk mengetahui konsentrasi limbah cair yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi dan hasil panen yang paling bagus.

MANFAAT PENELITIAN

Manfaat penelitian adalah sebagai berikut :

Bagi siswa : siswa mempunyai pengalaman melakukan penelitian, siswa mengetahui pengaruh ,limbah cair penyaringan sagu terhadap pertumbuhan tanaman padi dan konsentrasi berapa limbah berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi yang paling bagus.

Bagi masyarakat : setelah membaca penelitian ini meayarakat mengetahui bahwa limbah cair penyaringan sagu dapat digunakan sebagai pupuk organic sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli pupuk dan dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan dan hasil panen tanaman padi.

B. DASAR TEORI/LANDASAN TEORI

1.  PENCEMARAN LINGKUNGAN

Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan itu kurang atau tidak dapat berfungsi laagi sesuai dengan kegunaannya.

Pencemaran lingkungan mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan , terganggunya kesehatan dan ketenangan hidup mahluk hidup.

Pengolahan limbah berdasarkan atas dasar sifatnya, yaitu yang besifat pencegahan (preventif) dan yang bersifat penanggulangan (kuratif). Salah satu usaha menangani limbah adalah memanfaatkan limbah pada irigasi pertanian, karena limbah organic mengandung unsur-unsur hara/nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.


Contoh Proposal Penelitian Kualitatif



Contoh Proposal Penelitian Kualitatif



I. Judul Penelitian :
Persepsi masyarakat terhadap umm pasca pemberitaan NII ?
(studi kasus wali murid mahasiswa baru umm)

II. Pendahuluan :
2.1 Latar Belakang Penelitian :
Belakang ini beredar kabar tentang NII (Negara Islam Indonesia) yang meberitakan di UMM. Peredaran ini membuat resah para kalangan akademik, terutama mahasiswa. Demi memberikan penjelasan kesemua pihak, maka kampus menelusuri pemberitaan tersebut. Semua kalangan diminta keterangan dengan hal itu untuk memperjelas masalah yang ada.
Pihak kampus mengupayakan masakah ini cepat selesai agar tidak merambat semua masyarakat. Akan tetapi, pemberitaan media massa telah memberitakan masalah tersebut. Media massa memberikan pemberitaan bahwa di UMM telah terbentuk NII. Kalangan kampus dibuat geger dan resah dengan pemberitaan ini.
NII (Negara Islam Indonesia) sebenarnya telah terbentuk sejak tahun 2008. Akan tetapi pemberitaanya hanay sekarang yang diketahui oleh semua masyrakat. Kinerja NII sangat unik karena mereka mencari anggota dengan cara diam-diam. Sehingga sulit disadari oleh semua kalangan masyarakat. NII mempunyai nilai buruk di masyarakat dan pemerintah, maka anggota serta pengikutnya dicari oleh kepolisisan.
Adanya NII di UMM membuat kontroversial di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang mengira UMM adalah tempat para anggota NII, sedangkan yang lain berpendapat kalau NII hanya batas sebagai salah satu cara mematikan UMM. Misalnya, dengan adanya pemberitaan tersebut membuat masyarakat berfikiran UMM tidak aman dan sebagainya.
Padahal di UMM membuka penerimaan mahasiswa baru. Dengan hal itu pembertitaan akan mempengaruhi banyak sedikitnya pendaftar. Jika ha itu terjadi maka masyarakat telah mempersepsi UMM tempat yang kurang aman untuk anaknya yang mau kuliah di sana. Pemberitaan tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap wali murid serta para calon pendaftar mahasiswa baru.

Pengaruh yang paling mendasar adalah saat pendaftaran mahasiswa baru. Setidaknya dengan pemberitaan tersebut banyak masyarakat yang men ilai UMM kurang baik. Otomatis mahasiswa yang daftar juga mengurang. Jika tidak diselesaikan maka akan berdampak tidak baik ke universita Muhammadiyah Malang.
Berdasarkan fenomena tersebut, saya mengambil penelitian ini karena sangat menarik untuk diteliti lebih dalam. Peneliti juga akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap penelitian ini. Dengan demikian saya sebagai peneliti mengambil permasalahan tentang persepsi masyarakat terhadap UMM pasca pemberitaan UMM. Selain itu sangat tertarik meneliti permasalahan ini dengan metode psikologi sosial.
III. Rumusan Permasalahan :
1. Persepsi Masyarakat terhadap UMM Pasca Pemberitaan NII?
2. Alasan masyrakat menguliahkan anaknya di UMM?

IV. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui persepsi masyrakat terhadap UMM pasca pemberitaan NII.
2. Memahami dan mengetahui alasan masyarakat menguliahkan anaknya di UMM.

V. Rencana Penelitian
5.1 Subjek penelitian
Subyek dalam peniltian ini adalah masyarakat khususnya pada wali murid mahasiswa baru. Pertimbangan penulis mengambil subyek penelitian tersebut karena ada dalam golongan Masyarakat pendaftar mahasiswa baru.
5.2 Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini kami mengambil lokasi di UMM Tlogomas, Malang. Penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan karena kuliah pada Universitas tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan tujuan penilitian.
5.3 Waktu Penelitian
Dengan beberapa pertimbangan dan alasan kami menentukan menggunakan waktu penelitian selama 1 bulan yaitu Juli. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut.
VI. Metode dan teori yang digunakan :
Metode Survei
Dalam penelitian ini saya mengambil obserasi dan wawancara untuk memudahkan saya dalam mencari data. Metode ini merupakan metode dimana penyelidik mengumpulkan keterangan-keterangan seluas-luasnya mengenai kelompok tertentu yang ingin ia selidiki. Biasanya survei itu diadakan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan angket sebagai alat untuk mengumpulkan keterangan-keterangan maupun data.
Survei ini biasanya meliputi orang banyak. Penting sekali bahwa penyelidik memilih sebuah kelompok kecil yang merupakan suatu sampel yang reprensentatif daripada kelompok besar yang ingin diselidikinya. Sesudah memilih sampel yang representatif itu, peneliti melaksanakan survei terhadap kelompok orang yang termasuk sampel tadi ( yang terbatas jumlahnya ). Tetapi hasil peneliti itu lalu dapat dianggap sebagai hasil yang diperolehnya pada kelompok yang lebih besar dan luas yang ingin ia selidiki pada mula-mulanya. Hal ini berarti bahwa sejumlah orang terbatas itu dipilih dari kelompoknya yang lebih luas sedemikian rupa, sehingga orang yang terpilih itu mewakili semua golongan, keadaan, dan sifat yang terdapat pada kelompok besar dan luas studi.
TEORI
1. Teori persepsi diri (Self perception theory)
Menekankan bahwa kita amati diri kita dengan cara yang sama yang kita amati orang lain, dan menarik kesimpulan tentang suka dan tidak suka. ekstrinsik persepsi diri dapat menyebabkan efek overjustification.
Teori persepsi diri (SPT) adalah rekening perubahan sikap yang dikembangkan oleh psikolog Daryl Bem. Hal ini menegaskan bahwa orang mengembangkan sikap mereka dengan mengamati perilaku mereka dan menyimpulkan sikap apa yang menyebabkan mereka harus memiliki. Teori ini berlawanan di alam, sebagai kebijaksanaan konvensional adalah bahwa sikap datang sebelum perilaku. Selanjutnya, teori ini menunjukkan bahwa seseorang menginduksi sikap tanpa mengakses kognisi internal dan menyatakan suasana hati. Orang alasan perilaku mereka sendiri terbuka rasional dalam cara yang sama mereka mencoba untuk menjelaskan perilaku orang lain.

Bukti lebih lanjut, ada banyak penelitian dilakukan oleh psikolog yang mendukung teori persepsi diri, menunjukkan bahwa emosi melakukan tindak perilaku. Sebagai contoh, ditemukan bahwa emosi yang sesuai (termasuk menyukai, membenci, marah kebahagiaan,, dll) dilaporkan berikut dari perilaku terbuka mereka, yang telah dimanipulasi oleh peneliti. Perilaku ini termasuk membuat ekspresi wajah yang berbeda, menatap dan postur. Pada akhir percobaan, subjek mereka dan dilaporkan kasih sayang dan sikap dari perilaku dipraktekkan mereka meskipun mereka diberitahu sebelumnya untuk bertindak seperti itu.

Salah satu aplikasi yang berguna dari teori persepsi diri adalah dalam mengubah sikap, baik terapi maupun dalam hal persuasi. Pertama, untuk terapi, persepsi diri teori memegang pandangan yang berbeda masalah psikologis dari perspektif tradisional yang menyatakan bahwa masalah tersebut berasal dari bagian dalam dari klien. Sebaliknya, persepsi diri perspektif teori menyatakan bahwa orang atribut perasaan batin mereka atau kemampuan dari perilaku eksternal mereka. Jika perilaku itu adalah orang, orang akan atribut yang miskin dengan kemampuan mereka beradaptasi dan dengan demikian menderita dari masalah psikologis yang sesuai.

2. Suka-hood Elaborasi Model (Elaboration Like-hood Model)
Berpendapat bahwa pengolahan informasi, sering dalam kasus upaya persuasi dapat dibagi menjadi dua proses terpisah berdasarkan “kemungkinan elaborasi kognitif,” yaitu, apakah orang berpikir kritis tentang isi pesan, atau merespon aspek dangkal dari pesan dan isyarat segera lainnya.
Untuk merancang cara untuk menguji kemungkinan elaborasi model, sangat pas untuk menentukan apakah sebuah argumen secara universal dipandang sebagai lemah atau kuat. Jika argumen tidak konsisten dalam pendapat kekuatan, hasil persuasi akan tidak konsisten. Jika argumen regular tidak konsisten pendapat kekuatan, hasil regular tidak akan konsisten persuasi. Secara umum, argumen lemah yang secara universal dipandang sebagai lemah akan menarik hasil yang tidak menguntungkan jika subjek diinstruksikan untuk dan berada dalam lingkungan yang tepat untuk mempertimbangkan secara logis (atau ketika menguji rute sentral dari elaborasi likelihood model).

Secara umum, argumen lemah yang secara universal dipandang sebagai akan lemah menarik hasil yang regular tidak menguntungkan jika subjek diinstruksikan untuk berada dan lingkungan kesawan yang tepat untuk mempertimbangkan secara logistik (atau ketika menguji rute sentral dari kemungkinan elaborasi model). Pada gilirannya, argumen yang kuat dalam kondisi yang sama akan memberikan hasil yang menguntungkan.

Rumusan Masalah Assosiatif
Bentuk hubungan kausal. Kami menggunakan teori karena penilitian kami lebih cenderung sebab akibat. R.M. A ini untuk menanyakan hubungan antara 2 variabel atau lebih. Kausal hubungan yang bersifat akibat. Selain itu, saya mengunakan paradigma klasik.

DAFTAR PUSTAKA
Dipl Gerungan, Psych Dr. W.A. 1986. Psikologi Sosial. PT. Eresco. Bandung

DRAFT WAWANCARA
Apa yang anda ketahui tentang UMM?
Apa yang anda ketahui tentang NII?
Apakah anda mengikuti pemberitaan NII di UMM?
Bagaimana menurut anda dengan pemberitaan UMM yang diisukan kalau ada NII?
Alasan apa yang membuat anda menyekolahkan anaknya di sini?
Apakah anda tidak takut akan berita tersebut? Knp?
Apakah anda percaya kalau NII ada di UMM?
Siapa yang salah dalam munculnya NII di UMM?
Apa yang seharusnya masyarakat lakukan?
Pada akhirnya menurut anda UMM itu?