PROFIL PROVINSI JAWA BARAT

PROFIL PROVINSI JAWA BARAT



  SEJARAH


Temuan arkeologi tertua mengenai penghuni Jawa Barat ditemukan di Anyer dengan ditemukan budaya logam perunggu dan besi dari sebelum milenium pertama. Gerabah tanah liat prasejarah jaman Buni (Bekasi Kuno) dapat ditemukan merentang dari Anyer sampai Cirebon.

Jawa Barat pada abad ke 5 merupakan bagian dari kerajaan Tarumanagara. Perasasti peninggalan kerajaan Tarumanagara banyak tersebar di Jawa Barat. Ada tujuh prasasti yang ditulis dalam aksara Wengi (yang digunakan dalam masa Palawa India) dan bahasa Sansakerta yang sebagian besar menceritakan para raja Tarumanagara. Setelah runtuhnya kerajaan Tarumanagara akibat serangan kerajaan Sriwijaya berdasarkan prasasti Kota Kapur (tahun 686), kekuasaan bagian barat di Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Kali Ciserayu dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda.

Salah satu prasasti dari jaman kerajaan Sunda adalah prasasti Kebon Kopi II yang berasal dari tahun 932. Kerajaan Sunda beribukota  di Pakuan pajajaran (sekarang Kota Bogor).

Pada abad ke-16, Kesultanan Demak tumbuh menjadi ancaman kepada Kerajaan Sunda. Pelabuhan Cirebon lepas dari Kerajaan Sunda atas bantuan Kesulatanan Demak. Pelabuhan Cirebon kemudian menjadi Kesultanan Cirebon yang merdeka dari Kerajaan Sunda. Pelabuhan Banten juga lepas ke tangan Kesulatanan Cirebon dan kemudian menjadi Kesultanan Banten. Untuk menghadapi ancaman Kesulatanan Cirebon dan Kesultanan Demak, Sri Baduga Maharaja, raja Sunda saat itu meminta putranya, Surawisesa untukmembuat perjajian pertahanan keamanan dengan bangsa Portugis di Malaka untuk mencegah jatuhnya pelabuhan utama, yaitu Sunda Kelapa kepada Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak. Pada saat Surawisesa menjadi raja Sunda dengan gelar Prabu Surawisesa Jayaperkosa, perjajian pertahanan  keamanan Sunda-Portugis,yang dikenal dengan Luso-Sundanese Treaty, ditandatangani pada tahun 1512. Sebagai imbalannya, Portugis diberi akses untuk membangun benteng dan gudang di Sunda Kelapa serta akses untuk perdagangan di sana. Untuk merealisasikan perjanjian pertahanan keamanan tersebut, pada tahun 1522 didirikan suatu monument batu yang disebut Padrao di tepi sungi Ciliwung di sekitar daerah Tugu. Meskipun perjajian pertahanan keamanan dengan Portugis telah dibuat, pelaksanaannya tidak dapat terwujud karena pada tahun 1527 pasukan aliansi Cirebon-Demak, dibawah pimpinan Fatahilah atau Faletehan, menyerang dan menaklukan pelabuhan Sunda Kelapa. Perang antara Kerajaan Sunda dan aliansi Cirebon-Demak berlangsung lima tahun sampai akhirnya pada tahun 1531 dibuat suatu perjajian damai antara Prabu Surawisesa dengan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon.

Dari tahun 1567 sampai 1579, dibawah pimpinan Raja Mulya alias Prabu Surya Kencana, Kerajaan Sunda mengalami kemunduran besar dibawah tekanan Kesultanan Banten. Setelah tahun 1576, Kerajaan Sunda tidak dapat mempertahankan Pakuan Pajajaran, Ibu Kota Kerajaan Sunda, dan akhirnya jatuh ketangan Kesultanan Banten, wilayah Priangan jatuh ke tangan Kesultanan Mataram.

Jawa Barat sebagai pengertian administratif  mulai digunakan pada tahun 1925 ketika Pemerintah Hindia Belanda membentuk Provinsi Jawa Barat. Pembentukan provinsi itu sebagai pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922, yang membagi Hindia Belanda atas kesatuan-kesatuan daerah provinsi. Sebelum tahun 1925, digunakan istilah Soendalanden (Tatar Soenda) atau Pasoendan, sebagai istilah geografi untuk menyebut bagian Pulau Jawa disebelah barat Sungai Cilosari dan citanduy yang sebagian dihuni oleh pendudukyang menggunakan bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu.

Perkembangan Sejarah menunjukan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (Staatblad Nomor: 378). Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan UU No.11 Tahun 1950, tentang pembentukan Provinsi Jawa Barat. Selama lebih kurang 50 tahun sejak pembentukannya, wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Barat baru bertambah 5 wilayah, yakni Kabupaten Subang (1968), Kota Tangerang (1993), Kota Bekasi (1996), Kota Cilegon dan kota Depok (1999). Padahal dalam kurun waktu tersebut telah banyak perubahan baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, maupun kemasyarakatan. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki alam dan pemandangan yang indah serta memiliki berbagai potensi yang dapat diberdayakan, antara lain menyangkut Sumber Daya Air, Sumber Daya Alam dan pemanfaatan lahan , Sumber Daya Hutan, Sumber Daya Pesisir dan laut serta Sumber Daya Perekonomian. Dalam kurun waktu 1994-1999, secara kuantitatif jumlah wilayah Pembantu Gubernur tetap 5 wilayah dengan terdiri dari  : 20 Kabupaten dan 5 Kotamadya, dan tahun 1999 jumlah Kotamadya bertambah menjadi 8 Kotamadya. Kota Administratif berkurang dari enam daerah menjadi empat, karena Kotip Depok pada tahun 1999 berubah status menjadi kota otonom. Dengan demikian sampai dengan tahun 2007 Jawa Barat terdiri atas 17 Kabupaten dan 9 Kota. Kota-kota hasil pemekaran sejak tahun 1996 adalah:

§    Kota Bekasi, dimekarkan dari Kabupaten Bekasi pada tahun 1996

§    Kota Depok, dimekarkan dari Kabupaten Bogor pada tahun 1999

§    Kota Cimahi, dimekarkan dari Kabupaten Bandung pada tahun 2001

§    Kota Tasikmalaya, dimekarkan dari Kabupaten Tasikmalaya pada tahun2001

§    Kota Banjar, dimekarkan dari Kabupaten Ciamis pada tahun 2002

§    Kota Bandung Barat, dimekarkan dari Kabupaten Bandung pada tahun 2007


Adapun pembagian wilayah di Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut:


1. Kabupaten  Bogor                                               14. Kabupaten Garut

3. Kabupaten  Cianjur                                             16. Kabupaten Ciamis

4. Kabupaten  Cirebon                                            17. Kabupaten  Bandung Barat

8.    Kabupaten Bekasi                                            21.  Kota Cirebon

7.    Kabupaten Majalengka                                    20. Kota Sukabumi

9.    Kabupaten  Karawang                                      22.  Kota Bekasi

10.  Kabupate Purwakarta                                       23.  Kota  Bandung

11.   Kabupaten  Subang                                         24.  Kota  Cimahi

12.   Kabupaten  Bandung                                       25.  Kota  Tasikmalaya

2. Kabupaten   Sukabumi                                        15. Kabupaten Tasikmalaya

5. Kabupaten Indramayu                                         18. Kota  Depok

6. Kabupaten Kuningan                                          19. Kota Bogor

13.   Kabupaten  Sumedang                                     26.  Kota Banjar



ARTI LAMBANG PROPINSI JAWA BARAT


    * KUJANG senjata khas tradisional Jawa Barat
    * LUBANG LIMA (pada senjata Kujang) menggambarkan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
    * PADI, KAPAS, SUNGAI, TERUSAN, SAWAH, PERKEBUNAN DAN BENDUNGAN melambangkan daerah Jawa Barat sebagai daerah yang subur makmur dan sejahtera,
    * Atau “GEMAH RIPAH REPEH RAPIH”




q    GEOGRAFI


Provinsi Jawa Barat berada di bagian barat Pulau Jawa. Wilayahnya berbatasan dengan  Laut Jawa di utara, Jawa Tengah di timur, Samudra hindia di selatan, serta Banten dan DKI Jakarta di barat. Kawasan pantai utara merupakan dataran rendah. Di bagian tengah merupakan pegunungan, yakni bagian dari rangkaian pegunungan yang membujur dari barat hingga timur Pulau Jawa. Titik tertingginya adalah Gunung Ciremay, yang berada di sebelah barat daya Kota Cirebon. Sungai-sungai yang cukuppenting adalah Sungai Citarum dan Sungai Cimanuk, yang bermuara di Laut Jawa.


q    KEPENDUDUKAN


Jawa Barat merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Daerah dengan kepadatan penduduk terbesar berada di dekat Jakarta. Bandung , ibukota provinsi Jawa Barat merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.

Sebagian besar penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda, yang bertutur menggunakan Bahasa Sunda. Di beberapa kota di pesisir utara, di tuturkan bahasa Jawa dialek Cirebon, yang mirip dengan Bahasa Jawa dialek Tegal. Di daerah perbatasan dengan DKI Jakarta seperti Bekasi, Depok, dan Kabupaten Bogor bagian utara dituturkan Bahasa Indonesia dialek Betawi. Akibat urbanisasi, penduduk di daerah sekitar Jakarta terdiri dari berbagai etnis di Indonesia, termasuk Suku Jawa, Suku Batak, dan Suku Minang.


q    Sosial Budaya Provinsi Jawa Barat


Silih Asah – Silih Asih – Silih Asuh


Kata-kata puitis di atas bukan sembarang puisi melainkan sebagai filsafat hidup yang dianut mayoritas penduduk Jawa Barat. Filosofi ini mengajarkan manusia untuk saling mengasuh dengan landasan saling mengasihi dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sejatinya, inilah suatu konsep kehidupan demokratis yang berakar pada kesadaran dan keluhuran akal budi, yang akar filsafatnya menusuk jauh ke dalam bumi dalam penertian hafiah. Berbeda dengan peradaban masyarakat lain di Nusantara, peradaban masyarakat Jawa Barat yang penduduk asli dan berbahasa Sunda yang sangat dipengaruhi oleh alam yang subur dan alami. Itulah sebabnya, dalam interaksi sosial, masyarakat di sana falsafah seperti dikutip di atas. Selain akrab dengan alam lingkungan dan sesama manusia, manusia Sunda juga dekat dengan Tuhan yang menciptakan mereka  dan menciptakan alam semesta tempat mereka berkehidupan (Triangle of life). Keakraban masyarakat Sunda dengan lingkungan tampak dari bagaimana masyarakat Jawa Barat, khususnya di pedesaan, memelihara kelestarian lingkungan. Di Provinsi ini banyak muncul anggota masyarakat yang atas inisiatif sendiri memelihara lingkungan alam mereka.

Keakraban masyarakat Jawa Barat dengan Tuhan menyebabkan masyarakat di sana relative dikenal sebagai masyarakat yang agamis, religius, yang memegang teguh nilai-nilai ajaran agama yang mereka anut yakni Agama Islam sebagai  agama dengan penganut terbesar, kemudian Kristen ( Katolik dan Protestan), Hindu, Budha, dan lainnya. Kendati demikian, dalam proses kehidupan sehari-hari, masyarakat Jawa Barat relative terbuka saat berinteraksi dengan nilai-nilai baru yang cenderung sekuler dalam suatu proses interaksi dinamis dan harmonis. Peningkatan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama tergambarkan dengan meningaktnya sarana peribadatan.

Jumlah Mesjid meningkat dari 43.005 buah pada tahun 2004 menjadi 50.339 buah pada tahun 2005, Gereja Kristen 1.536 buah menjadi 1.629 buah, Gereja Katolik/Kapel dari 50 buah menjadi 110 buah, Pura/Kuil/Sanggah dari 24 buah menjadi 25 buah dan Vihara/Cetya/Klenteng dari 171 menjadi 181 buah.

Budaya Jawa Barat didominasi Sunda. Adat tradisionalnya yang penuh khasanah Bumi Pasundan menjadi cermin kebudayaan di sana. Perda kebudayaan Jawa Barat bahkan mencantumkan pemeliharaan bahasa, sastra dan aksara daerah, kesenian, kepurbakalaan dan sejarahnya, nilai-nilai tradisional dan museum sebagai bagian dari pengelolaan kebudayaan. Pariwisata berbasis kebudayaan yang menampilkan seni budaya Jawa Barat, siap ditampilkan dan bernilai ekonomi. Untuk melestarikan kebudayaan Jawa Barat, Pemerintah daerah menetapkan 12 desa budaya, yakni desa khas yang di tata untuk kepentingan melestarikan budaya dalam bentuk adapt atau rumah adat. Desa budaya tersebut adalah sebagai berikut:

   1. Kampung Cikondang, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung;
   2. Kampung Mahmud, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung;
   3. Kampung Kuta, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis;
   4. Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi;
   5. Kampung Dukuh,Desa  Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut;
   6. Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, kabupaten Garut;
   7. Kampung Adat Ciburuy, Desa Palamayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut;
   8. Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasimalaya;
   9. Kampung Urug, Desa Kiarapandak, Kecamtan Sukajaya,Kabupaten Bogor;
  10. Rumah Adat Citalang, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta;
  11. Rumah Adat Lengkong, Desa Lengkong , Kecamatan Garangwangi, Kabupaten Kuningan;
  12. Rumah Adat Panjalin, Desa Panjalin, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.


POTENSI ALAM JAWA BARAT


q    Pertanian, Peternakan dan Perkebunan


Sumber daya alam Jawa Barat cukup melimpah. Provinsi ini pada tahun 2006 memiliki lahan sawah ber-irigasi teknis seluas 380.996 ha, sementara sawah beririgasi setengah teknis 116,443 ha, dan sawah beririgasi non teknis seluas428.461 ha. Total saluran irigasi di Jawa Barat Sepanjang 9.488.623 km, sawah-sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 9.418.882 ton padi, terdiri atas 9,103.800 ton padi sawah dan 315.082 ton padi ladang.

Diantara tanaman palawija , pada tahun 2006 ketela pohon menempati urutan pertama. Produksi palwija, mencapai 2.044.674 ton dengan produktifitas 179,28 kuintal per ha, kendati demikian , luas tanam terluas adalah untuk komoditas jagung yang mencapai 148.505 ha Jawa Barat juga menghasilkan hortikultura yang terdiri dari 2.938.624 ton sayur mayor, 3.193.744 ton buah-buahan, dan 159.871 ton tanaman obat/biofarmaka. Hutan di Jawa Barat juga lyas, mencapai 764.387,59 ha atau 20,62% dari total luas provinsi, terdiri dari hutan produksi seluas 362.980,40 ha (9,79%), hutan lindung seluas 228.727,11 ha (6,17%), dan hutan konservasi seluas 172.680 ha (4,63%). Pemerintah juga menaruh perhatian serius pada hutan mangrove yang mencapai 40.129,89 ha, tersebar di 10 kabupaten yang mempunyai pantai. Selain itu semua, ada lagi satu hutan lindung seluas 32.313,59 ha yang dikelola oleh Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten.

Dari hutan produksi yang dimilikinya, pada tahun 2006 Jawa Baratmemetik hasil 200.675 m³ kayu, meskipun kebutuhan kayu di provinsi ini setiap tahun sekitar 4 juta m³. Sampai 2006, luas hutan rakyat 214.892 ha dengan produksi kayu sekitar 893.851,75 m³. jawa Barat juga menghasilkan hasil hutan non kayu cukup potensial yang dikembangkan sebagai aneka usaha kehutanan, antara lain sutra alat jamur, pinus, getah dammar, kayu putih, rotan, bamboo, dan sarang burung wallet.

Di sektor perikanan, komoditas unggulan adalah ikan mas, nila, banding, lele, udang windu, kernag hijau, gurame, patin, rumput laut, dan udang vaname. Di tahun 2006, provinsi ini memanen 560,000 ton ikan hasil budidaya perikanan dan payau, atau 63,63% dari total produksi perikanan Jawa Barat. Di bidang peternakan, sapi perah, domba, ayam buras, dan itik adalah komoditas unggulan di Jawa Barat. Data 2006 menyebutkan kini tersedia 96.796 sapi perah (25% populasi nasional), 4.249.670 domba, 28.652.493 ayam buras, 5.596.882 itik (16% populasi nasional). Kini hanya tersedia 245.994 sapi potong di Jawa Barat (3% populasi nasioanl), pada hal kebutuhan tiap tahunnya sekitar 300 ribu sapi potong. Untuk memenuhi kebutuhan Jawa Barat harus mengimpor 150 ribu ternak sapi dari Australia tiap tahunnya, di samping berharap pasokan ternak hidup dari provinsi lain terutama Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lamoung, Bali, Lombok, dan lain-lain. Dalam memaksimalisasi sektor peternakannya, Jawa Barat membagi kawasan pengembangan andalan peternakan ke dalam tiga wilayah,yaitu:

1.                      Jawa Barat Bagian Utara untuk peternakan itik;

2.                      Jawa Barat Bagian Tengah untuk sapi perah, ayam ras, dan domba; serta

3.                      Jawa Barat Bagian Selatan untuk domba dan sapi potong.


Provinsi ini memiliki banyak objek unggulan di bidang perkebunan, antara lain; the, cengkeh, kelapa, karet, kakao,tembakau,dan kopi merupakan komoditas unuggulan nsional asal Jawa Barat. Di sisi lain lahan, produktifitas terbaiknya, yakni luas areal tanam sama dengan luas tanaman yang menghasilkan, adalah komoditas temabakau dan tebu.

Dari sisi produksi, produktifitas terbanyak adalah kelapa sawit (6,5 ton per ha) dan tebu (5,5 ton per ha). Jawa Barat juga menghasilkan produksi tambang unggulan. Pada tahun 2006 , berahasil diekplorasi 5.284 ton zeolit, 47.978 ton bentonit, serta pasir besi, semen pozolan, feldspar dan barn permata/gemstone. Potensi pertambangan batu mulia umunya banyak terdapat di daerah Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Kuningan, dan Sukabumi.



q    Pertambangan


Daerah Jawa Barat mempunyai berbagai potensi bahan tambang dan galian, seperti minyak dan gas bumi di daerah Cirebon dan Indarmayu, tambang emas di Gunung Pongkor, Gunung Limbung, dan Purwakarta. Selain itu, Jawa Barat juga memliki bahan galian marmer di daerah Tasikmalaya, Bandung dan Sukabumi. Batu kwarsa banyak terdapat di Bogor, Sukabumi, Bekasi, dan Cirebon, fosfat banyak terdapat di daerah Ciamis dan Sukabumi, serta bentonit, zenit dan gips tersebar dibeberapa daerah. Produksi bahan galian golongan C di Jawa Barat tahun 1997 adalah sebagai berikut: batu kapur12.650.408 ton, pasir 1.487.630 ton, pasir kuarsa, sirtu 2.158.126 ton, 144.710 ton, tanah liat 2.074.489 ton, dan tanah urug 1.623.186 ton; andesit 4.620.641 ton, bentonit 41.591 ton; fosfat 9.454 ton ton; kaolin 2.623 ton; trass768.280 ton; dan zeolit 2.553 ton. Hasil produksi bahan galian tahun 1998 menunjukan data berikut: andesit 1.324.321 ton; batu kapur 3.481.841 ton; bentonit 43.576 ton; diatom 19.361 ton; feldspar 5.457 ton; gypsum 1.648 ton; marmer 103 ton; sirtu 274.474 ton; pasir 48.626 ton; pasir kuarsa 126.286 ton; tanah liat 85.182 ton; trass 42.936 ton; zeolit 1.452 ton; yarosit 324 ton.



q    Industri


Kontribusi industri cukup menonjol bagi perekonomian nasioanl, termasuk bagi daerah Jawa Barat. Hampir 60% industri pengolahan berlokasi di Jawa Barat, sehingga perekonomian nasioanal sangat dipengaruhi  oleh kinerja industri di daerah ini. Dalam struktur perekonomian di Jawa Barat, sektor industri memilki kontribusi terbesar dan menduduki peringkat pertama, disusul oleh sektor pertanian. Sektor ini khusunya industri pengolahan, mampu meyerap jumlah tenaga kerja ter besar kedua sesudah pertanian. Berbagai industri di Jawa Barat sudah berkembang dengan pesat, antara lain industri pesawat terbang, industri senjata ringan, dan telekomunikasi di Bandung dan industri dinamit di Tasikmalaya. Industri lain yang cukup menonjol antara lain industri besi baja di Cilegon, industri elektronik di Bandung, industri kertas di Padalarang, dan Bekasi, industri semen di Cibinong, Citeureup dan Cirebon, industri pupuk di Cikampek, aneka industri dengan komoditas tekstil, benang tenun, dan pakaian jadi di daerah cekungan Bandung, serta industri minuman, makanan, rokok, kulit, keramik, di sekitar Bandung, Tangerang, Bekasi, dan Cirebon. Industri-industri kecil dan rumah tangga yang banyak terdapat di Bekasi, Bogor, Tangerang, Depok, Kota Bandung,Cianjur dan Tasikmalaya juga berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Potensi lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai aneka undustri dan industri utama di Jawa Barat adalah peguruan tinggi dan lembaga penelitian yang ada di daerah itu, seperti Institut teknologi Bandung (ITB); Institut Pertanian Bogor (IPB); LAPAN, dan Badan Reaktor Atom Negara (BATAN). Selain itu, besarnya jumlah penduduk dan SDM yang berkualitas merupakan potensi pendukung untuk mengembangkan ilmu pengetahuandan tenologi tinggi (Iptek) di Jawa Barat. Jumlah industri utama di Jawa Barat (1997) adalah sebagai berikut: industri makanan, minuman, dan tembakau berjumlah 100 unit dengan tenaga kerja 119.745 orang; industri tekstil pakaian jadi dan kulit sebanyak 1.744 unit dengan tenaga kerja 783.745 orang; industri kayu dan barang-barang dari kayu termasuk alat-alat kayu 483 unit dengan tanaga kerja 7.174 orang; jumlah undustri kertas dan barang-barang dari kertas  cetakan dan penerbitan 207 unit dengan tenaga kerja 46,428 orang; industri barang galian bukan logam  kecuali minyak bumi 815 unit dengan tenaga kerja 82.308 orang; industri logam dasar 63 unit dengan tenaga kerja 19.755 orang; industri mesin dan peralatan lain 903 unit dengan tenaga kerja 209.776 orang; dan industri pengolahan lain berjumalah 143 unit dengan tenaga kerja 37.988 orang.

Hasil produksi industri kecil berupa makanan dan minuman, sandang dan kulit, kimia dan bahan-bahan bangunan, kerajinan umum dan logam mengalami perkembangan pesat. Total jumlah industri di Jawa Barat (1997) berjumlah sekitar 6.085 unit, baik industri besar, sedang maupun kecil, dan menyerap tenaga kerja lebih dari 1,5 juta orang.

Investasi di daerah Jawa Barat tahun 1998 adalah: persetujuan PMA US$ 81,035,000 dan persetujuan PMDN Rp jumlah tersebut untuk waktu sekarang sudah terlampau kecil. Nilai tamabh hasil industri di Jawa Barat tahun1997 adalah sebagai berikut: dari industri makanan, minuman dan tembakau Rp 2.425.086.000.000; industri tekstil dan pakaian jadi dan kulit Rp 10.825.000.000; industri kayu dan barang-barang dari kayu Rp 895.538.000.000; industri kertas dan barang-barang dai kertas Rp 1.258.060.000.000; industri kimia dan barang- barang dari kimia, minyak , batu bara , karet dan bahan plastic rp 6.329.237.000.000 ; industri barang logam dan mesin termasuk peralatannya Rp 9.458.654.000.000; dan industri pengolahan lainnya Rp 614.059.000.000. jadi total nilai tambah dari hasil industri daerah Jawa Barat tahun 1997 adalah sekitar Rp 35.862.641.000.000.



q    Keanekaragaman Hayati


Flora


Di Jawa Barat terdapat 3.882 spesies tumbuhan berbunga dan tumbuhan paku asli Jawa Barat dan 258 jenis yang dimasukan dari luar Jawa Barat. Khusus untuk Anggrek (Orchidaceae) di Pulau Jawa, di Jawa Barat terdapat 607 jenis alami, 302 jenis (50%) hanya ada di Jawa Barat. Tumbuhan termasuk pohon, di Jawa Barat terdapat 1.106 jenis dengan 51 jenis disebut dengan pohon-pohon yang penting, diantaranya jati, rasamala, kepuh, jamuju, bayur, puspa, kosambi, beleketebe, pasang, pedada, baku, dll. Tipetipe vegetasi yang ada di Jawa Barat menurut Van Steenis adalah:

§     Vegetasi Litoral

§     Hutan Baku

§     Formasi Pantai

§     Hutan Rawa Dataran Rendah

§     Hutan Hujan Rendah dan Perbukitan

§     Hutan Hujan Pegunungan

§     Danau dan Rawa Pegunungan



§     Fauna


Secara umum, baik di Jawa Barat maupun di dunia, dunia fauna dapat dikelompokan menjadi kelompok-kelompok sebagai berikut:


Kelompok Serangga
   

Kelompok ini mempunyai berbagai macam manfaat. Salah satu perannya yang sangat penting adalah proses penyerbukan yang dilakukan oleh kupu-kupu. Namun saat ini keberagamannya sudah sangat berkurang, dikarenakan berkurangnya habitat dan ekspolitasi oleh manusia.

Kelompok Pisces
   

Ikan –ikan yang dijumpai di tiga daerah alira sungai Citarum dan tiga waduk besar di wilayah Jawa Barat yaitu: jatiluhur, Carita dan Saguling dijumpai jenis-jenis ikan sebagai berikut:ikan yang menjadi cirri khas sungai Citarum : tagih/baung, hampal, keting, dan udang batu. Ikan khas sungai Citarum yang sudah tidak ditemukan lagi setelah pembangunan waduk : tawes, lelawak, sengal, arengan, walangi   Ikan yang masih bisa ditemukan di sungai dan waduk : deleg, sidat/moa, betook, pepetek, kebo gerang, julung-julung, keting, beureum panon, beunteur, sepat, paray, betutu/bodo, jeler, oleng, gabus, belut  Ikan budidaya yang introduksi ke perairan waduk : patin, ikan mas, nila, gurame. Ikan hias yang di introduksi ke perairan waduk : arwana, golsom, oskar. Ikan yang secara tradisi dikonsumsi oleh masyarakat sekitar : tagih, baung. Ikan atau udang yang dijumpai dalam periode tertentu.

Kelompok Reptil
   

Kelompok ini semakin hari semakin langka, hal ini disebabkab habitat yang tersedia semakin berkurang dan belum satupun dari jenis kelompok ini yang dibudidayakan. Beberapa jenis Reptil yang masih bisa dijumpai adalah : biawak ( Tasikmalaya) dan kura-kura (Bogor) 

Kelompok Aves
   

Kelangkaan jenis burung lebih dikarenakan nilai ekonomis yang sangat tinggi sebagai hewan peliharaan. Di danau-danau kecil di Sentul (Bogor) beberapa jenis burung air masih bisa dijumpai, seperti: belekok, bangau, dan raja udang.

Kelompok Mamalia
   

Kelangkaan jenis mamalia disebabkan dua hal, aktifitas perburuan, dan habitatnya terganggu. Banten di Hutsn Sancang (Garut) dan Pangandaran sudah semakin berkurang. Rusa ditangkaran di Ranca Upas.





PARIWISATA JAWA BARAT


Sektor pariwisata juga merupakan salah satu sektor potensial untuk dikembangkan di Jawa Barat. Daerah ini memiliki objek wisata yang beragam baik wisata alam, budaya maupun sejahtera. Wisata alam antara lain kawasan Puncak, Salabintana, Lembang,  Tangkuban Perahu, Gunung Papandayan, Kebun Raya Bogor, Taman Hutan Juanda, di Bandung, Taman Nasional Gunung Gede dan Pangrango, Taman Nasional Ujung Kulon, Pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi, Pantai Pangandaran di Ciamis, dan Carita di Anyer. Wisata Budaya antara lain Candi Cangkuang di Leles Garut, Perkampungan Baduy dan sisingaan Tasikmalaya, serta wisata sejarah seperti Keraton kasepuhan Cirebon, Banten Lama di kampung Naga Serang, peninggalan sejarah jaman batu (Megalitikum) di Cipari, Kuningan, dan peneropongan bintang Boscha di Bandung. Jumlah hotel dan penginapan tahun 1997 adalah 1.262 hotel, dengan kapsitas kamar37.094. Di luar tempat wisata yang disebutkan itu, masih banyak objek wisata lainnya di Jawa Barat.


§    Kebun Raya Bogor


Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapi 80 hektar dan memliki 15.000jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari sabtu dan minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museu Zoologi, dan IPB.

Kebun Raya Bogor mulanya merupakan bagian dari ‘samida’ (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintah Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Pajajaran, sebagaiman tertulis dalam batu Batutulis. Hutan buatan ini ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih-benih kayu yang langka. Di sampaing samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bogor adalah Bunga Bangkai (Amorpophalus Titanum) karena saat-saat mendekati mekar akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga ini dapat mencapai tinggi 2 m dan merupakan bunga majemuk terbesar di dunia tumbuhan.


§    Gunung Gede


Gunung Gede merupakan sebuah Gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. terletak di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000-3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1' LS.

Suhu rata-rata di puncak Gunung Gede 18°C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5°C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utamamenuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas. Gunung Gede mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas,hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan Gunung. Tercatat pada tahun 1819, C.G.C. Reinwardt sebagai orang pertama yang mendaki Gunung Gede, kemudian disusul oleh F.W. Junghuhn (1839-1861); J.E. Teysmann(1839); A.R. Wallace (1861); S>H. Kooders (1890); M. Treub (1891); W.M. van leeuen (1911); dan C.G.G.J. van steenis (1920-1952) telah membuat koleksi tumbuhan sebagai dasar penyusunan buku “THE MOUNTAIN FLORA OF JAVA” yang diterbitkan tahun 1972. Gunung Gede juga memilki keanekaragaman ekosistem yang terdiri dari ekosistem sub-montana, montana, sub-alpin, danau, rawa, dan savanna. Gunung Gede terkenal kaya akan berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis diantaranya burung langka yaitu Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan burung Hantu (Otus angelinae).



§    Gunung Ciremai


gunung Ciremai (atau Ceremai, Cereme, Cerme, Careme) secara adaministratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknyaterletak pada 6°53' 30''LS dan 108°24'00'' BT, dengan ketinggian 3,078 m di atas permukaan laut. Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m.

Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet. Kini G. Ciremai termasuk dalam kawasan (calon) Taman Nasioanal Gunung Ciremai, yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektar. Puncak Gunung  Ciremai dapat dicapai melalui banyak jalur pendakian. Akan tetapi yang popular dan mudah diakses adalah melalui Desa Palutungan dan Desa Linggarjati di Kab. Kuninga, dan Desa Apuy di Kab. Majalengka. Satu lagi jalur pendakian yang jarang digunakan ialah melalui Desa Padabeunghar di perbatasan Kuningan dengan Majalengka di utara. Di Kota Kuningan terdapat kelompok pecinta alam''Akar'' yang dapat membantu menyediakan berbagai informasi dan pemanduan mengenai pendakian Gunung Ciremai.



§    Pantai Pelabuhan Ratu


Pantai Pelabuhan Ratu yang terletak l.k. 60 km arah selatan dari Kota Sukabumi, adalah sebuah tempat wisata di pesisir selatan Jawa Barat, di Samudra Hindia. Ombaknya terkenal sangat kuat dank arena itu bisa berbahaya. Pantai ini terkenal karena terdiri dari perpaduan antara pantai yang curam dan landai, batu-batu karang yang terjal, hempasan ombak, dan hutan cagar alam. Tempat ini mempunyai daya tarik sendiri, sehingga Presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatannya pada tahun 1960 di Tanjo Resmi.

Selain itu, atas inisiatif Soekarno pula didirikanlah Samudra Beach Hotel, salah satu hotel mewah pertama yang di bangun di Indonesia pada kurun waktu yang sama dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan toko serba ada  ''Sarinah'', yang kesemuanya menggunakan dana rampasan perang dari Jepang. Menurut kepercayaan rakyat setempat, Pantai Pelabuhan Ratu dihuni oleh Nyai Roro Kidul, yang diakui sebagai penguasa Pantai Selatan. Kepercayaan ini begitu kuatnya sehingga konon di Samudra Beach Hotel disediakan sebuah kamar khusus untuk tempat kediaman sang penguasa. Orang juga percaya bahwa di Pantai Karang Hawu terdapat makam Nyai Roro Kidul.



§    Makam Sunan Gunung Jati


Dihiasi dengan keramik buatan Cina jaman Dinasti Ming. Di sampaing makam Sunan Gunung Jati, terdapat makam Fatahilah, panglima perang pembebasan Batavia. Lokasi ini merupakan komplek pemakaman bagi keluarga keratin Cirebon, terletak + 6 km kea rah utara  dari Kota Cirebon. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir sekitar 1450 M, namun ada juga yang mengatakan bahwa beliau lahir pada sekitar 1448 M. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari kelompok ulama besar di Jawa bernama walisongo. Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu di serahkannya kepada Pangeran Pasarean . Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon ( dulu Carbon), Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum Kota Cirebon dari arah barat.



§    Gunung Tangkuban Parahu


Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km kea rah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan pohon the di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasa hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan Gunung.

Asal –usul Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk mengagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menedang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentukGunung Tangkuban Parahu.



§    Museum Asia Afrika


Terletak di Jl Asia Afrika, museum ini merekam peristiwa Konfrensi Asia Afrika tahun1955 lengkap dengan koleksi foto-foto peristiwa tersebut. Perencanaan dan pembangunan gedung Museum Asia-Afrika tersebut merupakan hasil kolaborasi biro Aalbers en de Waal dengan WH Hoogland, dimana Hoogland banyak memberi kontribusi pemikiran bagi pengembangan Kota Bandung.



§    Gedung Sate


Gedung Sate, dengan cirri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, telah lama menjadi penanda (landmark) Kota Bandung yang tidak saja dikenal masyarakat di Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia bahkan model bangunan ini dijadikan petanda bagi beberapa bangunan dan tanda-tanda Kota di Jawa Barat. Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat. Arsitktur Gedung Sate merupakan hasil karya Arsitek Ir.J.Gerber dan kelompoknya yang tidak terlepas dari masukan maestro arsitek Belanda Dr.Hendrik Petrus yang menuansakan wajah arsitek tradisional nusantara.



§    Waduk Jatiluhur


Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta (± 9 km dari pusat kota Purwakarta). Bendungan ini dinamakan oleh pemerintah Waduk Ir.H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha. Bendungan ini mulai dibangun sejak tahun 1957 oleh kontraktor asal Perancis, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 milyar m³ per tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rat-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh PT. PLN (Persero).

Selain dari Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi  untuk 242.000 ha sawah ( dua kali tanam setahun), air baku air minum, budidaya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II. Selain berfungsi sebagai PLTA dengan system limpasan tersebar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperti hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang dengan water slide   , ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olah raga air, plyground, dan fasilitas lainnya. Sarana olah raga dan rekreasi air misalnya mendayung, selancar angina, kapal pesiar, ski air, boating,dan lainnya.

Di perairan Danau Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung , yang menjadi daya tarik tersendiri. Di waktu siang atau dalam keheningan malam kita dapat memancing penuh ketenangan sambil menikmati ikan baker. Di kawasan ini pula kita dapat melihat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola oleh PT. Indosat Tbk. (± 7 km dari pusat kota Purwakarta), sebagai alat komunikasi internasioanal. Jenis layanan yang disediakan antara lain Internasioanal toll free service (ITFS), Indosat Calling Card (ICC), internasional direct, dan lainnya.

Waduk Jatiluhur dapat dikunjungi melalui jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi), keluar di gerbang Tol Jatiluhur.



§    Taman Safari Indonesia


Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga yang berwawasan lingkungan dan berorientasi habitat satwa pada alam bebas. Taman ini terletak di dua lokasi. Taman Safari Indonesia I berlokasi di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Sedangkan Taman Safari Indonesia II terletak di lereng Gunung Arjuna, Prigen Jawa Timur. Taman Safari Indonesia I dibangun pada tahun 1950 pada sebuah perkebunan the yang sudah tidak produktif. Taman ini menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Taman ini terletak pada ketinggian 900-1800 m diatas permuakaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata16-24 derajat Celsius.


Harimau di Taman Safari

Taman ini telah ditetapkan sebagai Objek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Mentri Pariwisata Pos dan telekomunikasi pada masa itu. Lebih jauh, taman ini juga telah diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa langka di Indonesia  oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.

Taman Safari memliki koleksi satwa dari hamper seluruh penjuru dunia dan juga satwa lokal, seperti komodo, bison, beruang hitam madu, harimau putih, gajah, anoa, dan lain sebagainya. Status penguasaan tanah di bawah wewenang Yayasan Taman Safari yang jug pemilik dan pengelola objek wisata. Terdapat pertunjukan gajah di Taman Safari dengan latar belakang kincir raksasa. Fasilitas yang terdapat di Taman Safari yaitu bus Safari , danau buatan, sepeda air, kano, kolam renang dengan seluncur ombak, kereta api mini yang melintasi perkampungan ala Afrika, taman burung, baby zoo, kincir raksasa gajah tunggang, komidi putar, pentas sirkus, area gocart, children playground, bom bom car, rumah hantu, kesenian tradisional dan sulap di panggung terbuka Balai Ruyung Safari.



q   TOKOH PERGERAKAN DAN PAHLAWAN NASIONAL


RADEN DEWI SARTIKA

(1884 -1947)



    * Tempat/Tgl.Lahir               : Cicalengka, 4 Desember 1884
    * Tempat/Tgl. Wafat             :  Cinean, 11 September 1947
    * SK Presiden                        :  No. 252 Tahun 1966, Tgl. 1 Desember 1966


Raden Dewi Sartika merupakan putrid dari raden Somanagara yang juga giat melawan pemerintah Belanda. Meskipun melanggar ada saat itu, orang tua beliau bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika ke sekolah Belanda. Pendidikan yang dimiliki dan diskriminasi gender pada saat itu beliau tertantang mendirirkan sekolah untuk anak-anak perempuan.

Setelah menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, guru di sekolah Karang Pamulang, pada tanggal 16 Januari 1904 beliau mendirikan Sekolah Istri di Bandung yang merupakan sekolah perempuan pertama se-Hindia Belanda. Antusiasme kaum perempuan sangat besar sehingga sekolah dipindahkan dan pada tahun 1910 berganti nama menjadi Sekolah Keutamaan Istri. Setelah memilki gedung sendiri, namanya berganti lagi menjadi Sekolah Raden dewi pada tahun 1929. sekolah ini memberikan pengetahuan dan pembianaan rumah tangga. Sekolah ini terus berkembang dan menyebar ke daerah Garut, Tasikmalaya, dan Purwakarta. Pendirian sekolah tidak lepas dari campur tangan suaminya. Jasa beliau dalam mencerdaskan rakyat, khususnya kaum wanita, mendapatkan penghargaan bintang perak dari pemerintah Belanda.



Ir.H. DJUANDA KARTAWIJAYA

(1911 – 1963)


    * Tempat/Tgl.Lahir               : Tasikmalaya,14 Januari 1911
    * Tempat/Tgl. Wafat             :  Jakarta, 7 November 1963
    * SK Presiden                        :  No. 244/TK/ Tahun 1963, Tgl. 29 November 1963


Ir.H. Djuanda Kartawijaya lulus dari Technische Hooge School (sekarang ITB) tahun 1933 dan dikenal sebagai sosok yang cerdas. Setelah lulus, beliau memilih menjadi guru SMA Muhamadiyah dari pada menjadi asisten dosen di almamaternya.

Empat tahun kemudian, beliau menjadi tenaga ahli pada jawatan pengairan Jawa Barat dan anggota Dewan Daerah Jakarta. Beliau pernah menjabat jawatan Kereta Api Jawa-Madura,mentri perhubungan, dan 17 kali menduduki jabatan di cabinet. Ketika ditawari bergabung dalam Negara Pasundan cpitaan Belanda, beliau langsun menolak. Saat mengundurkan diri, tetapi bergeming dan justru berhasil mengatasi pemberontakan tersebut. Kepedulian beliau terhadap permasalahan Pembangunan dan ekonomi Indonesia sangat besar. Salah satu sumbangannya yang terbesar adalah Deklarasi Djuanda pda tahun 1957 yang mengatakan bahwa wilayah perairan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI. Beliau dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.



GATOT MANGKUPRAJA

(1898 – 1968)


    * Tempat/Tgl.Lahir               : Sumedang, 15 Desember 1898
    * Tempat/Tgl. Wafat             :  Bandung, 4 Oktober 1968
    * SK Presiden                        :  No. 089/TK/ Tahun 2004, Tgl. 5 November 2004


Gatot Mangkupraja sempat bersekolah STOPIA dan HBS, tetapi tidak selesai. Beliau aktif berorganisasi di Algemeene Study Club dan menjadi menjadi sekretaris pusat Partai Nasional Indonesia (PNI) pimpinan Soekarno. Belanda menganggap bahwa PNI adalah pemberontak dan ingin menggilingkan pemeritahan.

Oleh karena itu Gatot, Soekarno, dan Maskun ditangkap di Solo pada tanggal 29 Desember 1929. mereka dibawa ke penjara Banceuy, Bandung dan divonis hukuman dua tahun di penjara Sukamiskin. Setelah bebas dan PNI dibubarkan, beliau memilih Partido sebagai partainya. Pada tanggal 18 Agustus 1930, beliau bersama Maskun, Soekarno, dan Soepriadinata dimejahiajaukan Belanda dengan tuduhan pemberontakan menggunakan artikel 169 bis dan 153 bis Wetboek va Strafrecht (KUHP-nya zaman colonial). Dalam pembelaannya di pengadilan Soekarno menyampaikan pidato yang sangat memukau dan kenudian dikenal sebagai Indonesia menggugat. Pada tahun 1933 , beliau bergabung dengan Bung Hatta di PNI-baru, setelah sebelumnya menjadi anggota Partindo. Ketika membuka usaha toko obat, beliau berteman dengan tokoh-tokoh Jepang. Kedekatan ini dimanfaatkan dengan mengusulkan pembentukan pasukan Indonesia, pada tanggal 7 September 1947. Pada tanggal 7Oktober 1943 , akhirnya Jepang membentuk Pembela Tanah Air (PETA) dengan tujuan utama membantu Jepang mempertahankan diri dari serangan sekutu. Gatot ditangkap sekutu  pada tahun 1946 da ditahan di pulau Onrust, Jakarta. Setelah bebas, beliau menjadi anggota KNPI, DPR, dan MPRS. Beliau meninggal karena sakit di usia 70 tahun.



Prof.M.R.R.H. IWA KUSUMA SUMANTRI. SH

(1899 -1971)


    * Tempat/Tgl.Lahir               : Ciamis, 31 Mei 1899
    * Tempat/Tgl. Wafat             :  Jakarta, 27 November 1971
    * SK Presiden                        :  No. 073/TK/Tahun 2002, Tgl. 6 November 2002


Pada saat mengikuti pendidikan OSVIA di Bandung, beliau pundah k eke Recht School (Sekolah Hukum) di Jakarta hinggatahun 1921. beliau memperdalam ilmu hokum di Universitas Leiden, Belanda, setahun kemudian. Di Belanda, beliau bergabung dengan Indonesisch Vereeniging.

Atas usulannya, organisasi tersebut berganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI) dan menjabat ketua. PI berjuang mencapai dengan cara bersatu tanpa membedakan suku dan golongan. Selain itu, PI berpaham nonkooperasi, artinya tidak mau bekerjasa dengan colonial Belanda. Sekembali ke tanah air, beliau pindah ke Medan dan menerbitkan surat kabar Matahari Indonesia. Pada bulan Juli 1929, Belanda mengkapnya di Medan, lalu dipndahkan ke Jakarta, sebelum diasingkan ke Banda Neira selam sebelas tahun. Pada akhir Februari 1941, beliau di pindahkan ke makassar . pada masa kabinet presidensial, Iwa menjabat sebagai menteri social. Ketika system pemerintah menjadi cabinet parlementer, Iwa bergabung dengan Persatuan Perjuangan Pimpinan Tan Malaka yang menentang politik pemerintah karena bersedia berunding dengan Belanda. Ketika RI sudah di akui kedaulatannya, beliau menjabat beberapa poisisi menteri. Pada tahun 1957, beliau diangkat sebagai rector Universita Padjajaran dan emoat tahun kemudian menjadi menteri perguruan tinggi dan ilmu pengetahuan.




K.H. NOER ALI

(1914 -1992)


    * Tempat/Tgl.Lahir               : Bekasi , 1914
    * Tempat/Tgl. Wafat             :  Bekasi, 29 Januari 1992
    * SK Presiden                        :  No. 085/TK/Tahun 2006, Tgl. 3 November 2006



Setelah belajar ilmu agama pada guru agama di sekita Bekasi, beliau pergi ke Mekah untuk beribadah dan memperdalam ilmu agama selama empat tahun. Selain belajar, beliau aktif  berorganisasi di persatuan Tabalan Indonesia dan Perhimpunan Pelajar Indonesia-Malaya.

Setelah kembali ke Indinesia, beliau mengajar  di Mesjid Ujungmalang. Pada bulan September 1945, beliau ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan dari Inggris dan Belanda dengan membentuk lascar rakyat. Laskar ini dibubarkan karena Noer Ali menolak menempatkan di bawah naungan partai politik Persatuan Perjuangan pimpinan  Tan Malaka. Sesudah perang kemerdekaan berakhir,beliau aktif di partai Masyumi dan memegang berbagi jabatan di organisasi keagamaan, termasuk Majelis Ulama Indonesia. (MUI).




K.H. ZAENAL MUSTOFA

(1899 – 1944)




    * Tempat/Tgl.Lahir               : Tasikmalaya, 1899
    * Tempat/Tgl. Wafat             :  Jakarta , 28 Maret 1944
    * SK Presiden                        :  No. 064/TK/ Tahun 1972, Tgl 6 November 1972



Nama asli K.h. Zaenal Mustofa adalah Umri alias Hudaemi. Namanya berganti menjadi K.H. Mustofo setelah menunaikan ibadah haji. Beliau menghabiskan masa kecilnya dengan mendalami pelajaran agama di pesantren di Jawa Barat.

Mulai pesantren Sukamanah yang didirikannya, beliau berusaha memajukan umat Islam di Indonedisia. Namun ,hal ini di anggap pemerintah sebagai pemberontakan sehingga pada tanggal 17 November 1941 beliauditangkap dan dipenjara di penjara Suka miskin, Bandung. Pada masa pendudukan Jepang, beliau menentang romusha dan kegiatan Seikeirei, yaitu memberi hormat dan mendudukan kepala kea rah matahari terbit. Beliau kemudian membentuk Pasukan Tempur Sukamanah untuk melancarkan perlawanan tehadap Jepang pada tanggal 25 Februari 1944. Pertempuran dimengkan Mustofo tetapi Jepang kembali meyerang dengan kekuatan yang lebih besar. Zaenal Mustofa tertangkap dan dijatuhi hikuman mati. Makam beliau dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tasikmalaya pada tanggal 10 November 1974.




Prof.Dr. KUSUMAH ATMAJA. SH

(1898 – 1952)

 


    * Tempat/Tgl.Lahir               : Purwakarta, 8 September 1898
    * Tempat/Tgl. Wafat             :  Jakarta, 11 Agustus 1952
    * SK Presiden                        :  No. 124 Tahun 1965, Tgl. 14 Mei 1965


Prof.Dr. Kusuma Atmaja memiliki nama lengkap Sulaiman Effendi Kusumah Atmaja. Beliau adalah lulusan sekolah hokum di Jakarta dan bekerja di Pengadilan Negri Bogor dan Medan. Pada tahun 1922, beliau memperoleh gelar doktor dari Universitas Leiden, Belanda, jurusan hokum.

Kusuma Atmaja memang tidak aktif di partai  politik  karena lebih banyak bergerak di bidang pengadilan yang menuntut kenetralan. Beliau berjuang dengan cara membantu tokoh-tokoh pergerakan nasional dalam mencapai kemerdekaan. Setelah Indonesia Merdekam, Kusuma Atmaja menjadi ketua Mahkamah Agung RI serta guru besar Sekolah Tinggi Kepolisian dan Universiatas Gajah Mada. Beliau sempat ditawari menjadi ketua Mahkamah Agung dan Wali Negara Pasundan oleh Belanda tetapi dengan tegas menolak.




Laksaman R. EDY MARTADINATA

(1921 – 1966)



    * Tempat/Tgl.Lahir               : Bandung, 29 Maret 1921
    * Tempat/Tgl. Wafat             :  Riung Gunung, 6 Oktober 1966
    * SK Presiden                        :  No. 220 Tahun 1966, Tgl. 7 Oktober 1966


R. Edy Martadinata adalah seorang lulusan sekolah pelayaran (Zeevaart School) di Surabaya. Pada masa pendudukan Jepang, beliau bekerja sebagai aspiran dan penerjemah di sekolah pelayaran tinggi Semarang. Setelah kemerdekaan Indonesia, beliau membentuk Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dan menjabat kepal Staf Operasi dan Markas Besar ALRI di Yogyakarta. Sebagai Staf Komando Daerah Maritim Surabaya, beliau dapat memdamkan pemberontakan Andi Aziz di Sulawesi Selatan. Tahun 1953, beliau belajar di Amerika Serikat. Beliau juga pernah dikirim ke luar negri untuk mengawasi pembelian kapal-kapal ALRI. Ketika kepala Staf ALRI Laksamana Subiyakto dituntut untuk diganti, R.E. Martadinata terpilih untuk menggantikan. Pada bulan februari 1966, beliau berhenti sebagai Kepala Staf ALRI dan menjadi duta Besar RI untuk Pakistan. Beliau gugur dalam kecelakaan helkopter yang ditumpanginya.




MASKUN SUMADIREJA

(1907 – 1986)




    * Tempat/Tgl.Lahir               : Bandung, 25 Mei 1907
    * Tempat/Tgl. Wafat             : Bandung, 4 Januari 1986
    * SK Presiden                        :  No. 089/TK/Tahun 2004, Tgl. November 2004


Maskun berjuang melawan Belanda sejak berusia 20 tahun. Maskun bergabung dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin Soekarno. Di partai ini, beliau menjabat sebagai komisaris merangkap sekertaris dua PNI cabang Bandung.

Pada tanggal 29 Desember 1929, beliau dan tokoh-tokoh PNI lainnya ditangkap karena dianggap memberotak. Mereka dibawa ke Bandung dan dipenjarakan di Penjara Banceuy. Setelah bebas, beliau bergabung dengan PNI-baru pimpinan Bung Hatta. Ketika Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Maskun berada di Australia dengan status tahanan politik (tapol). Beliau dan tapol Indonesia. Setelah kembali ke Indonesia, beliau di tempatkan di Departemen Penerangan. Setelah itu, beliau dipindahkan ke Departemen Dalam Negeri dengan jabatan terakhir kepala direktorat politik.





R. OTTO ISKANDAR DINATA

(1897 -1945)



    * Tempat/Tgl.Lahir               : Bandung, 31 Maret 1897
    * Tempat/Tgl. Wafat             : Banten, 20 Desember 1945
    * SK Presiden                        :  No. 088/TK/Tahun 1973, Tgl. 6 November 1973


Otto Iskandar Dinata bersekolah di Sekolah Guru Atas di Purworejo. Setelah itu, beliau diangkat menjadi guru di Banjarnegara, lalu Pekalongan. Di kota ini, beliau menjadi wakil Budi Utomo di Dewan Kota. Melalui Dewan ini, Otto sering mengkritik Belanda yang bertindak kasardan sewenang-wenang kepada para petani Indonesia.

Keberanian ini menyebabkab beliau bertengkar dengan Residen Pekalongan sehingga terpaksa pindah ke Jakarta dan mengajar disana. Selain itu, beliau memimpin Paguyuban Pasundan hingga berhasil mendirikan sekolah, bank, dan fasilitas umum lainnya yang berguna untuk masyarakat. Pada tahun 1939, Paguyuban Pasundan menjadi GAPI ( Gabungan Politik Indonesia), GAPI dilarang oleh Jepang. Beliau kemudian mulai berkecimpung di bidang kewartawanan dan duduk dalam PPKI untuk menyusun UUD 1945. Dalam Kabinet Presidensial, beliau diangkat menjadi Mentri Negara. Beliau meninggal karena diculik dan dibunuh oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.





Related Post



Poskan Komentar