Contoh Proposal Penelitian Kualitatif



Contoh Proposal Penelitian Kualitatif



I. Judul Penelitian :
Persepsi masyarakat terhadap umm pasca pemberitaan NII ?
(studi kasus wali murid mahasiswa baru umm)

II. Pendahuluan :
2.1 Latar Belakang Penelitian :
Belakang ini beredar kabar tentang NII (Negara Islam Indonesia) yang meberitakan di UMM. Peredaran ini membuat resah para kalangan akademik, terutama mahasiswa. Demi memberikan penjelasan kesemua pihak, maka kampus menelusuri pemberitaan tersebut. Semua kalangan diminta keterangan dengan hal itu untuk memperjelas masalah yang ada.
Pihak kampus mengupayakan masakah ini cepat selesai agar tidak merambat semua masyarakat. Akan tetapi, pemberitaan media massa telah memberitakan masalah tersebut. Media massa memberikan pemberitaan bahwa di UMM telah terbentuk NII. Kalangan kampus dibuat geger dan resah dengan pemberitaan ini.
NII (Negara Islam Indonesia) sebenarnya telah terbentuk sejak tahun 2008. Akan tetapi pemberitaanya hanay sekarang yang diketahui oleh semua masyrakat. Kinerja NII sangat unik karena mereka mencari anggota dengan cara diam-diam. Sehingga sulit disadari oleh semua kalangan masyarakat. NII mempunyai nilai buruk di masyarakat dan pemerintah, maka anggota serta pengikutnya dicari oleh kepolisisan.
Adanya NII di UMM membuat kontroversial di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang mengira UMM adalah tempat para anggota NII, sedangkan yang lain berpendapat kalau NII hanya batas sebagai salah satu cara mematikan UMM. Misalnya, dengan adanya pemberitaan tersebut membuat masyarakat berfikiran UMM tidak aman dan sebagainya.
Padahal di UMM membuka penerimaan mahasiswa baru. Dengan hal itu pembertitaan akan mempengaruhi banyak sedikitnya pendaftar. Jika ha itu terjadi maka masyarakat telah mempersepsi UMM tempat yang kurang aman untuk anaknya yang mau kuliah di sana. Pemberitaan tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap wali murid serta para calon pendaftar mahasiswa baru.

Pengaruh yang paling mendasar adalah saat pendaftaran mahasiswa baru. Setidaknya dengan pemberitaan tersebut banyak masyarakat yang men ilai UMM kurang baik. Otomatis mahasiswa yang daftar juga mengurang. Jika tidak diselesaikan maka akan berdampak tidak baik ke universita Muhammadiyah Malang.
Berdasarkan fenomena tersebut, saya mengambil penelitian ini karena sangat menarik untuk diteliti lebih dalam. Peneliti juga akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap penelitian ini. Dengan demikian saya sebagai peneliti mengambil permasalahan tentang persepsi masyarakat terhadap UMM pasca pemberitaan UMM. Selain itu sangat tertarik meneliti permasalahan ini dengan metode psikologi sosial.
III. Rumusan Permasalahan :
1. Persepsi Masyarakat terhadap UMM Pasca Pemberitaan NII?
2. Alasan masyrakat menguliahkan anaknya di UMM?

IV. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui persepsi masyrakat terhadap UMM pasca pemberitaan NII.
2. Memahami dan mengetahui alasan masyarakat menguliahkan anaknya di UMM.

V. Rencana Penelitian
5.1 Subjek penelitian
Subyek dalam peniltian ini adalah masyarakat khususnya pada wali murid mahasiswa baru. Pertimbangan penulis mengambil subyek penelitian tersebut karena ada dalam golongan Masyarakat pendaftar mahasiswa baru.
5.2 Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini kami mengambil lokasi di UMM Tlogomas, Malang. Penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan karena kuliah pada Universitas tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan tujuan penilitian.
5.3 Waktu Penelitian
Dengan beberapa pertimbangan dan alasan kami menentukan menggunakan waktu penelitian selama 1 bulan yaitu Juli. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut.
VI. Metode dan teori yang digunakan :
Metode Survei
Dalam penelitian ini saya mengambil obserasi dan wawancara untuk memudahkan saya dalam mencari data. Metode ini merupakan metode dimana penyelidik mengumpulkan keterangan-keterangan seluas-luasnya mengenai kelompok tertentu yang ingin ia selidiki. Biasanya survei itu diadakan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan angket sebagai alat untuk mengumpulkan keterangan-keterangan maupun data.
Survei ini biasanya meliputi orang banyak. Penting sekali bahwa penyelidik memilih sebuah kelompok kecil yang merupakan suatu sampel yang reprensentatif daripada kelompok besar yang ingin diselidikinya. Sesudah memilih sampel yang representatif itu, peneliti melaksanakan survei terhadap kelompok orang yang termasuk sampel tadi ( yang terbatas jumlahnya ). Tetapi hasil peneliti itu lalu dapat dianggap sebagai hasil yang diperolehnya pada kelompok yang lebih besar dan luas yang ingin ia selidiki pada mula-mulanya. Hal ini berarti bahwa sejumlah orang terbatas itu dipilih dari kelompoknya yang lebih luas sedemikian rupa, sehingga orang yang terpilih itu mewakili semua golongan, keadaan, dan sifat yang terdapat pada kelompok besar dan luas studi.
TEORI
1. Teori persepsi diri (Self perception theory)
Menekankan bahwa kita amati diri kita dengan cara yang sama yang kita amati orang lain, dan menarik kesimpulan tentang suka dan tidak suka. ekstrinsik persepsi diri dapat menyebabkan efek overjustification.
Teori persepsi diri (SPT) adalah rekening perubahan sikap yang dikembangkan oleh psikolog Daryl Bem. Hal ini menegaskan bahwa orang mengembangkan sikap mereka dengan mengamati perilaku mereka dan menyimpulkan sikap apa yang menyebabkan mereka harus memiliki. Teori ini berlawanan di alam, sebagai kebijaksanaan konvensional adalah bahwa sikap datang sebelum perilaku. Selanjutnya, teori ini menunjukkan bahwa seseorang menginduksi sikap tanpa mengakses kognisi internal dan menyatakan suasana hati. Orang alasan perilaku mereka sendiri terbuka rasional dalam cara yang sama mereka mencoba untuk menjelaskan perilaku orang lain.

Bukti lebih lanjut, ada banyak penelitian dilakukan oleh psikolog yang mendukung teori persepsi diri, menunjukkan bahwa emosi melakukan tindak perilaku. Sebagai contoh, ditemukan bahwa emosi yang sesuai (termasuk menyukai, membenci, marah kebahagiaan,, dll) dilaporkan berikut dari perilaku terbuka mereka, yang telah dimanipulasi oleh peneliti. Perilaku ini termasuk membuat ekspresi wajah yang berbeda, menatap dan postur. Pada akhir percobaan, subjek mereka dan dilaporkan kasih sayang dan sikap dari perilaku dipraktekkan mereka meskipun mereka diberitahu sebelumnya untuk bertindak seperti itu.

Salah satu aplikasi yang berguna dari teori persepsi diri adalah dalam mengubah sikap, baik terapi maupun dalam hal persuasi. Pertama, untuk terapi, persepsi diri teori memegang pandangan yang berbeda masalah psikologis dari perspektif tradisional yang menyatakan bahwa masalah tersebut berasal dari bagian dalam dari klien. Sebaliknya, persepsi diri perspektif teori menyatakan bahwa orang atribut perasaan batin mereka atau kemampuan dari perilaku eksternal mereka. Jika perilaku itu adalah orang, orang akan atribut yang miskin dengan kemampuan mereka beradaptasi dan dengan demikian menderita dari masalah psikologis yang sesuai.

2. Suka-hood Elaborasi Model (Elaboration Like-hood Model)
Berpendapat bahwa pengolahan informasi, sering dalam kasus upaya persuasi dapat dibagi menjadi dua proses terpisah berdasarkan “kemungkinan elaborasi kognitif,” yaitu, apakah orang berpikir kritis tentang isi pesan, atau merespon aspek dangkal dari pesan dan isyarat segera lainnya.
Untuk merancang cara untuk menguji kemungkinan elaborasi model, sangat pas untuk menentukan apakah sebuah argumen secara universal dipandang sebagai lemah atau kuat. Jika argumen tidak konsisten dalam pendapat kekuatan, hasil persuasi akan tidak konsisten. Jika argumen regular tidak konsisten pendapat kekuatan, hasil regular tidak akan konsisten persuasi. Secara umum, argumen lemah yang secara universal dipandang sebagai lemah akan menarik hasil yang tidak menguntungkan jika subjek diinstruksikan untuk dan berada dalam lingkungan yang tepat untuk mempertimbangkan secara logis (atau ketika menguji rute sentral dari elaborasi likelihood model).

Secara umum, argumen lemah yang secara universal dipandang sebagai akan lemah menarik hasil yang regular tidak menguntungkan jika subjek diinstruksikan untuk berada dan lingkungan kesawan yang tepat untuk mempertimbangkan secara logistik (atau ketika menguji rute sentral dari kemungkinan elaborasi model). Pada gilirannya, argumen yang kuat dalam kondisi yang sama akan memberikan hasil yang menguntungkan.

Rumusan Masalah Assosiatif
Bentuk hubungan kausal. Kami menggunakan teori karena penilitian kami lebih cenderung sebab akibat. R.M. A ini untuk menanyakan hubungan antara 2 variabel atau lebih. Kausal hubungan yang bersifat akibat. Selain itu, saya mengunakan paradigma klasik.

DAFTAR PUSTAKA
Dipl Gerungan, Psych Dr. W.A. 1986. Psikologi Sosial. PT. Eresco. Bandung

DRAFT WAWANCARA
Apa yang anda ketahui tentang UMM?
Apa yang anda ketahui tentang NII?
Apakah anda mengikuti pemberitaan NII di UMM?
Bagaimana menurut anda dengan pemberitaan UMM yang diisukan kalau ada NII?
Alasan apa yang membuat anda menyekolahkan anaknya di sini?
Apakah anda tidak takut akan berita tersebut? Knp?
Apakah anda percaya kalau NII ada di UMM?
Siapa yang salah dalam munculnya NII di UMM?
Apa yang seharusnya masyarakat lakukan?
Pada akhirnya menurut anda UMM itu?


Related Post



Poskan Komentar